Tentang pagiku dan hujan

Malas rasanya menyibak selimut baliku yang masih menyelimuti setengah badanku pagi ini,selimut yang berwarna biru muda dengan corak bunga yang sebenarnya tak begitu menarik untuk dibeli namun ku dapatkan 2 tahun yang lalu dari rekan kerjaku yang berbaik hati memberikannya kepadaku karena dirinya tak menginginkannya.

Beberapa menit berkompromi dengan diri ini, akhirnya segera kusingkap selimut itu dan ku paksakan membuka mataku yang begitu sulit pula tuk diajak berkompromi bahwa haknya telah usai pagi ini dan sekarang giliran hakku untuk dipenuhi. Semuanya memang begitu gelap dan dingin dengan suara tetesan hujan yang terdengar begitu jelas bahkan aroma tanah dan rerumputan yang khas ketika hujan turut menyeruak ke indera penciumanku yang sebenarnya tak begitu sensitif tapi aroma akibat hujan ini selalu bisa ditangkap oleh indera penciumanku, karena kamarku bersebelahan langsung dengan rerumputan dan pepohonan yang tumbuh hijau dan rimbun dihalaman.

Apalagi setelah ku pandangi hujan lewat sedikit celah dari jendela kamarku yang masih tertutupi korden biru namun terlihat jelas tetetasan hujan itu tak henti2nya turun mengguyur pagi ini. Aaaaahhhh….haruskah ku mengalah pada cuaca pagi ini dan tetap bersembunyi dibalik selimut baliku yang usang dan tak menarik ini? Hhhh…tentu saja tidak,ku jejakkan kakiku dilantai yang berserakan beberapa helai rambut bekas sisiranku semalam atau mungkin bekas sisiran temanku yang membuat lantai putih itu tercemari oleh helaian-helain rambut khas para wanita,entahlah? tak ada waktu untuk memikirkan rambut siapa yang ada dilantai itu.

Kemudian ku buka lemari kayu berwarna coklat dengan 3 pintu dan cermin penuh disatu pintu bagian tengah yang membuat langkahku terhenti sejenak hanya untuk menyaksikan keadaan rupaku yang sayu akibat pemenuhan hak anggota badanku serta pertarungan diriku dengan cuaca pagi ini, lalu ku kembali menelusuri setiap baju yang tergantung sedikit berantakan akibat sebagian baju yang belum daku setrika dan ku pilih baju dengan model kemeja panjang selutut, polos tanpa corak sedikit pun namun warna ungunya yang pudar bahkan hampir menyerupai warna pink muda akibat terkena rendaman air panas di ciater beberapa bulan lalu tetap menjadi pilihanku pagi ini bahkan dengan jilbab ungu yang dulunya pun sepadan dengan warnanya.

Setelah itu semua,ku jalani aktivitas layaknya aktivitas orang yang bersiap2 untuk bekerja hanya saja satu aktivitas yang jarang ku lakukan adalah sarapan, sampai2 daku pun lupa bagaimana nikmatnya sebuah sarapan karena bagiku saat ini dan di tempat ini, sarapan hanyalah suatu aktivitas sunnah semata. Lalu ku berangkat ke kantor pukul 08.55 WIB dengan tetesan hujan yang tak sebesar tetesan hujan dipagi buta yang membuatku tak perlu takut untuk berjalan dibawahnya tanpa pelindung sedikitpun diatas kepalaku. Ku terobos tetesan hujan itu langkah demi langkah dengan masih menikmati aroma khasnya yang selalu daku rindukan dikala musim panas. Hujan begitu ku menyukainya meski kadang ku harus bertarung untuk tak menuruti segala kenikmatannya, bahkan dengannya ku merasa lebih dekat dengan alam.

Pic pinjam quotesfree.blogspot.com
Pic pinjam quotesfree.blogspot.com

Happy Rainy Day 🙂

Iklan

15 Comments Add yours

  1. jampang berkata:

    pagi ini saya berangkat kantor hujan-hujanan 😀

    1. amy syahmid berkata:

      tapi nggak kena banjir kan ya?

      1. jampang berkata:

        baru genangan seh.:D

  2. Rahmat_98 berkata:

    Waduh saya berangkat kantor ba’da shubuh 😦
    Malah hampir seminggu ini di guyur hujan terus
    Happy Rainy Day 😀

    1. amy syahmid berkata:

      lho malah ba’da shubuh itu yg deras2nya kalo didepok,hehe..

      1. Rahmat_98 berkata:

        Itu dia, nasib Joni (Jongos Nippon) 😀

  3. nyonyasepatu berkata:

    Di Medan gak ujan2. Ujan 2 hari doang abis itu panas lagiii huhu. mestinay kita kirim2an aja ya

    1. amy syahmid berkata:

      kalo ada kantong ajaibnya doraemon bisa mbak noni hujannya dikirim,haha
      ehtapi emank yang diluar jawa kayaknya jarang hujan,kemarin2 habis pulkam ke kaltim 2 minggu juga hujannya cuma 2 kali doank itu pun nggak deras2 amat kayak disini

  4. capung2 berkata:

    cocok ama lagunye alm Benyamin S, “hujan gerimis”..

    dtmpt sya jga udah saban hari turun hujan

    1. amy syahmid berkata:

      jadi bernostalgia sm lagunya alm Benyamin deh gara2 hujan,hehe

  5. iuef berkata:

    Hmm, betapa menyenangkan, 8.55 baru berangkat kerja

    1. amy syahmid berkata:

      hehe… habisnya dekat sih mbak 🙂

  6. sarip2hamid berkata:

    Weh… hampir tiap pagi berangkat jam 6 dan keujanan dan kemacetan tapi gak banjir sih…

    1. amy syahmid berkata:

      pdahal udah berangkat pagi2 tp tetap kena macet juga ya,hehe

      1. sarip2hamid berkata:

        buanget… hehe sudah dipastikan 🙂 jadi ya mau gimana lagi… 😦

Komen Yuukk!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s