Weekend di seminar

Weekend alias sabtu kemarin, daku dan 3 teman daku yakni uni, azmi dan firoh pergi ke seminar parenting yang diadakan di daerah thamrin jakarta.

azmi,uni,firoh (tak ada catwalk, shelter pun jadi)haha
azmi,uni,firoh
(tak ada catwalk, shelter pun jadi)haha

Yak, meski kita belom jadi ibu2, tapikan ilmunya bermanfaat buat kita calon ibu gtoe,huaaa….sok bijak *Plaak*. Selain itu, yak karena juga gretongan sih alias free buat sebagian kalangan tertentu dan alhamdulilah kita masuk kalangan tertentu,haha.. sedangkan untuk kalangan umum yang ikut ni seminar dikenakan biaya 200 – 300an. Seminar ini menghadirkan pembicara yang sudah sangat tersohor dah khususnya di dunia pendidikan, yakni Kak seto yang mengulas tentang cara mendidik anak dengan cinta. Selain itu hadir juga Dr. Boyke yang membahas tentang apa itu pendidikan seks dan bagaimana pendidikan seks itu sendiri . Pembicara selanjutnya juga dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengulas tentang seputar narkoba dan penanganan bagi anak yang kecanduan narkoba dan Abah Rama yang terkenal dengan salah satu konsepnya yakni talents mapping. Nah lho, pembicaranya keren2 bangetkan, makanya sayang banget kalo tak hadir apalagi gratisan kayak daku dan teman daku,haha..

2013-10-05 08.12.15

Oke, supaya ilmunya tetap lengket, so perlu kita ikat dengan pena kalo kata orang alias dicatat gitukan, Tapi kalo sekarang kan dah canggih nih, jadi saya ikat pakai keyboard aja deh *apasih lu meh?* Semoga aja bisa bermanfaat bagi para pembaca tercinta,hehe..amieen!!tapi karena banyak banget yang disampaikan, daku jadi lupa2 ingat juga sih,haha… tapi 2 hal yang menarik yaitu penyampaian dari kak seto dan abah rama yang menurut aku sih masih terkait antara keduanya.

Pertama, oleh Kak Seto.
Kak seto memulai materinya dengan sebuah dongeng yang asyik dan seru banget. Beliau bercerita tentang sebuah sekolah di hutan, yakni tidak lain dan tidak bukan murid2nya pastilah yak para binatang disanalah, yakni monyet, bebek, harimau, burung, kuda dan lainnya. Pada suatu hari disekolah ada pelajaran lari dan pasti selalu kuda yang juara sedangkan bebek, burung pasti kalah. Namun, pada pelajaran terbang, pasti yang pandai cuma burung sedangkan kuda dan lainnya pasti gagal. Begitu juga dengan pelajaran renang yang selalu akan lebih unggul si bebek dari pada si monyet dan lainnya. Nah, kenapa bisa begitu? yak karena keahlian mereka semua tidak sama. Mereka semua ahli atau pandai namun pada tataran tertentu. Oleh karena itu, kalo burung yang ahlinya adalah terbang dan disuruh berlari atau berenang maka terang saja ia tak bisa karena bukan disitu keahliannya. Begitu juga kuda yang ahli dalam hal berlari,jika disuruh terbang, ia tak akan pernah bisa karena berlari bukan keahlian si kuda ni.
Dongeng diatas menjadi sebuah analogi bahwa setiap orang itu pada dasarnya cerdas, bahwa setiap anak adalah cerdas, yakni cerdas sesuai bidangnya masing2. Dalam teori multiple intelligence yang dikemukakan howard gardner, ada 8 jenis unsur kecerdasan yang dimiliki seseorang, yaitu:
1. Kecerdasan matematika – Logika
2. Kecerdasan bahasa
3. Kecerdasan musical
4. Kecerdasan visual spasial
5. Kecerdasan kinestetik
6. Kecerdasan interpersonal
7. Kecerdasan intrapersonal
8. Kecerdasan naturalis
Dari 8 kecerdasan itu, dimanakah anda berada?
Oleh karena itu, hendaknya dalam mendidik orang tua/guru mengetahui kecenderungan si anak tersebut, agar bisa memaksimalkan potensi unggul dalam dirinya. Dengan mengetahuinya juga, dalam mengajarkan si anak kita bisa memakai metode dan cara yang tepat agar si anak memahami penyampaian kita. Semisal, pada anak yang memiliki kecenderungan besar ke musik, ketika ingin mengejarkan matematika kepada anak, orang tua bisa mengajarkannya dengan membuat lagu tentang pelajaran tersebut ,sehingga si anak tersebut akan dengan mudah menangkap atau memahaminya. Selain itu, sebisa mungkin hindari kekerasan dalam mendidik, seperti membentak atau menjewer si anak. Anak2 yang unggul dan berkarakter pada dasarnya tidak tumbuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan kesungguhan para orang tua untuk secara tekun dan rendah hati melakukan hal2 yang terbaik bagi anak-anak yaitu mendidik dengan penuh cinta serta kunci sukes dalam menghadapi anak adalah kreatif.

Selanjutnya, dari Abah rama dengan konsep talents mappingnya.
Talents mapping merupakan salah satu konsep untuk menemukan bakat dalam diri kita, dalam bahasa abah rama menyebutnya “Fitur Unik.” Semua manusia memiliki fitur yang unik. Jadi fitur unik ini yang akan membawa seseorang pada kesuksesan. selanjutnya, apa sukses itu? Yak, sukses itu adalah memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya. Oleh karena itu, beliau mengatakan bahwa jalan sukses terkait dengan fitur unik,bahwa setiap manusia akan beramal sesuai fitur unik (syaakilah) yang ada dalam dirinya.Dimana beliau mengutip sebuah ayat Al-Qur’an QS. 17:84 ;
Katakanlah:tiap-tiap orang berbuat menurut syakilahnya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Talents mapping merupakan sebuah peta untuk melihat potensi diri seseorang. Dimana ada beberapa sifat yang harus kita akui dalam diri kita atau kecenderungan sifat kita. Lalu dari hasil pengakuan sifat tersebut kita akan mengetahui pekerjaan apa yang seharusnya atau cocok buat diri kita. Seperti si A misalnya sifatnya suka melayani orang lain, mendahulukan orang banyak maka untuk pekerjaan yang cocok adalah lebih kepada servicer seperti perawat dan pekerjaan social lainnya. Dengan begitu mereka akan enjoy dan tidak stress dalam pekerjaan karena sesuai dengan personalitynya. Mungkin kalo kata kita mah istilahnya menjadikan kesenangan sebagai sebuah pekerjaan kali yak, hihi..sok tahu banget dah daku #plaaak#.

Nah, mungkin cuma segitu aja bisa diikatnya kali yak(bahasa lu meh) habisnya sudah berfikir keras banget tapi mentok2nya segitu juga,huhu (payah).oh iya selain itu peserta juga disuruh nanda tangan dalam rangka pasrtisipasi “say no to drugs” gitu dan katanya akan dimasukkan ke rekor muri sebagai tanda tangan terbanyak, asek..asek..tanda tangan gw masuk rekor muri,haha..

2013-10-05 12.28.48

Lalu, pulang2 dari seminar kemarin kita bela2in naik kereta dari stasiun kota dengan niat biar bisa duduk soalnya kan kalo dari juanda pasti udah penuh deh tuh kereta, tapi tetap ja ternyata dikota tempat duduk juga dah penuh dan kalo dah penuh gitu mending ngambil gerbong yang wanita ja deh biar lebih aman dari pada gerbong yang campuran,lagian kalo penuh benar2 udah kayak dalam oven gitu dah hawanya (kayak udah pernah masuk oven aja,haha), tuh ac dah nggak berasa sama sekali. Alhamdulillahnya sih kemarin, meski tempat duduknya penuh tapi nggak sesak, jadi daku duduk ja dilantai deket ruang masinisnya,hahaha…

enakan duduk dilantai ternyata bisa selonjoran,haha
enakan duduk dilantai ternyata bisa selonjoran,haha
Iklan

20 Comments Add yours

  1. pursuingmydreams berkata:

    Seminar yg gratisan wajib dikunjungi. Selain nambah ilmu bisa ketmu teman2 baru ya 🙂 .

    1. amy syahmid berkata:

      Benar banget mbak nela, selain itu jg lumayan ngoleksi sertifikat sm goodie bagnya,hehe…

  2. Eka Azzahra berkata:

    kalo gratis, emang rugi bgt rasanya kalo sampe gak datang, ilmunya banyak sih. Aku suka deh analoginya kak Seto, aku pikir manusia itu memang tercipta unik dan cerdas dg kapasitasnya masing-masing. Suatu saat nanti ketika kita jadi orang tua dituntut hati-hati banget untuk menilai kecerdasan si anak. Jadi orangtua memang amanah besar…

    1. amy syahmid berkata:

      s7 mbak, makanya seminar gini nggak cuma buat ibu2 aja kn, tapi juga perlu diketahui sm anak2 muda yng pastinya akan jadi seorang ibu, soalnya ilmunya pasti akan berguna banget kelak kalo udh jadi ibu 🙂

      1. Eka Azzahra berkata:

        Bener, hitung-hitung persiaan menjadi calon ibu 🙂

  3. Aiko berkata:

    seminar paling seru pas kenalan sama orang baru.Networking jadi makin luasss hehe. Belom lagi ilmu yang di dapat

    1. amy syahmid berkata:

      kemarin banyak kenalannya sma ibu2 dan guru2, paling senang emang kalo dapat teman baru,hehe…

      1. Aiko berkata:

        iya itu tuh yang paling seru dan penting 😀

  4. rahmattrans berkata:

    Rupanya utk jadi parent hrus ada persiapan jg ya ..? 🙂 rame juga rupanya yg ikut ya? Tanda tangannya banyak …

    1. amy syahmid berkata:

      iya, katanya juga parents dituntut untuk sekreatif mungkin kalo mau anaknya jg kreatif 🙂

      iya rame banget, sebagian besar yg hadir para orang tua dan guru dan ternyata pd sesi tanya jawab banyak ilmu yg didapat dari kasus2 yg mereka alami dalam menangani anak

  5. nyonyasepatu berkata:

    ketemu orang baru + gratisan siapa yang gak mauu ya hahaha

    1. amy syahmid berkata:

      rejeki nomplok ya mbak,kan sayang kalo nggak diambil,haha

  6. arip berkata:

    Keren euy weekend-nya eduwisata ini mah. 😀

    1. amy syahmid berkata:

      haha…tp sayang wisatanya nggak keburu, pdahal pulangnya niat mau jalan2, eehh…malah nggak jadi 😀

  7. Wong Cilik berkata:

    mantab, nambah ilmu …

    1. amy syahmid berkata:

      iya mas, mana gratis pula,hehe

  8. ditter berkata:

    Wuih… Ini seminar besar, ya…. Soalnya pembicaranya keren-keren, hehe….
    Lumayan nih, nabung ilmu. Bakal berguna banget kalau sudah jadi ibu 😀

    1. amy syahmid berkata:

      iya, mudah2an bs jd bekal dimasa depan,hehe

  9. itageos berkata:

    saluut euyy…anak muda tp tongkrongannya ke seminar bukan ke mall 😀

    1. amy syahmid berkata:

      Hehe… klo ke mall jg banyakan nguras kantong soalnya, jd nyari yg hemat sekaligus manfaat ja deh weekendnya,palagi gratis,huaaa…. spa yg nggak mau yak kalo gratis 😆

Komen Yuukk!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s