Ibu-ibu juga mahasiswa

on

Jam pulang kerja sebenarnya sudah lewat dari tadi, cuma saja aku lagi males banget untuk pulang karena emank lagi males,haha.. Padahal sih dikantor lagi sebel juga sama jaringan internetnya yang lemot banget hari ini bahkan lebih cepetan handphoneku deh buat internetan, tapi ya sudahlah nikmati saja kelemotannya.

    Oh iya, barusan saja ada seorang mahasiswi yang sudah ibu-ibu datang padaku untuk nanya jadwal sidang skripsinya. Dia pingin tahu siapa yang mengujinya kelak ketika sidang rabu depan dan tiba2 saja dia syok dan terlihat pucat serta ingin menangis ketika melihat nama-nama penguji yang tercantum di jadwal, sambil bergumam kepadaku : “ami, kalo ibu nggak datang bisa nggak??” Whaaaatttt? Segitu takutnya kah ibu ini dengan pengujinya?, “pikirku.” Kemudian, tak lama beberapa menit dia pergi, ka g*mar rekan sekantorku dapat sms dari ibu itu yang intinya semoga dia bisa menghadapi ujian yang sangat berat ini dan mampu menghadapi para penguji sidang ntar. Jadi, benar ibu itu sangat ketakutan dengan sidang skripsinya ntar yang akan diadakan hari rabu karena dia menganggap pengujinya begitu berat baginya. Emank sih, dosen yang menguji ibu itu terkenal sangat kritis dan teliti kalo menguji mahasiswanya terkhusus bagian metlit (metodologi penelitian), waaaahhh..Aku juga dulu paling takut kalo udah bagian metlit yang diubek-ubek, tapi alhamdulillah selamat juga meski serangan bom metlit saat itu bertubi-tubi, jdaarr…jdaarr…jdaarrrr…

      Ketika awal jadi mahasiswa dan sempat sekelas beberapa kali dengan ibu-ibu dan bapak-bapak, sempat terpikir oleh ku kalau seorang yang sudah ibu-ibu/bapak-bapak pasti lebih terbiasa untuk ngomong di depan umum dan bahkan tidak ada rasa canggung atau takut sedikit pun mau itu berhadapan dengan siapa pun juga. Berbeda dengan yang muda, yang masih sedikit pengalamannya dan masih takut dan canggung berdiri depan umum, berhadapan dengan orang-orang yang lebih tua bahkan dosen, benar- benar rasanya mati kutu deh (eehh..itu sih saya yah,hihi). Tapi ternyata, ibu-ibu juga mahasiswa, rasa takut dan dredekkan ketika berhadapan dengan dosen penguji meski si dosen usianya lebih muda atau pun setara dengannya, rasa itu akan tetap ada sebagaimana mahasiswa-mahasiswa lainnya, mau itu sudah jadi bapak2, ibu2, atau anak muda. Yah…rasa galau menghadapi sidang skripsi itu emank tak mengenal usia.

      Iklan

8 Comments Add yours

  1. tinsyam berkata:

    jadi kangen sidang skripsi..

    1. amy syahmid berkata:

      Meski sidang itu bikin sport jantung,tp jd momen yg pling ngangenin emank 🙂

  2. nyonyasepatu berkata:

    Ihhh untunh udah lama lewat

    1. amy syahmid berkata:

      Alhamdulilah udh lewat 🙂

  3. Erit07 berkata:

    Wah,kasihan ibu2 itu..
    moga lancar

  4. nyapurnama berkata:

    baru tahu kalau ternyata ibu-ibu dan bapak-bapak sama tegangnya dengan mahasiswa/i yg masih muda… x))

    1. amy syahmid berkata:

      Hehe.. ya gitu mbak, membuktikan rs tegang menghadapi sidang skripsi itu wajar kalee ya 🙂

Komen Yuukk!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s