2 saringan dalam memilih pasangan hidup

Nggak berasa udah masuk bulan juni aja, bulan yang akan menjadikanku semakin bertambah tua,huhu.. tapi mau diapain lagi udah namanya hukum alam, namun meski usia menua tapi hati tak boleh ikut menua,hahay…
Hari jumat kemarin diriku dan ka g*mar (teman sekantor) pergi ke bandung lagi untuk yang kesekian kalinya karena urusan pekerjaan seperti biasa. Kami berangkat pukul 05.15 subuh dari asrama. Dalam perjalanan itu, ka g*mar cerita tentang temannya yang merupakan seorang trainer dan juga penulis buku dalam dunia pendidikan (maaf namanya nggak bisa disebutkan) yang memberikan ka g*mar sebuah nasehat tentang memilih pasangan hidup. katanya teman ka g*mar “ini ilmu mahal, harus siapkan tarif yang gede” tapi tentu saja itu cm becanda,hehe..
katanya ada 2 saringan dalam memilih pasangan hidup, yang pertama; adalah kecocokan fisik dan kedua; adalah kecocokan karakter secara universal.

    Pertama; kecocokan fisik, di mana ini bersifat relatif karena ukuran tampan dan cantik itu berbeda -beda pada setiap orang. Terkadang menurut kita seseorang itu tampan/cantik tapi belum tentu orang lain sepakat dengan kita dan mungkin itu sering terjadi dikehidupan kita. contoh saja, teman aku yang sangat ngefans sama raja bollywood yakni Shahrukhan mengatakan kalo ia sangat tampan, sedangkan aku sama sekali nggak sepakat ma pendapatnya. Menurutku, Shahrukhan aktingnya sih emank keren, tapi kalo segi tampang nggak cakep-cakep amat, malah yang tampan dan cakep itu menurutku lee min ho,hihi.. (ketahuan deh suka nonton drama korea). Nah, oleh karena itu bersifat relatif. Jadi ketika kita memilih pasangan hidup kita tidak bisa menafikan alias meniadakan pentingnya sebuah fisik seseorang. Maksudnya, jadi meski dia tidak setampan lee min ho dan tidak secantik emma watson tapi yang penting kita merasa cocok dengan fisiknya. Namun kebanyakan orang mengatakan “yang pentingkan hatinya” dan jujur aku sepakat dengan kalimat ini bahwa hati adalah yang terpenting, tapi bukan berarti kita harus meniadakan fisik dan nggak peduli dengan fisik. Tanyakan pada hati kita sendiri yang paling dalam, seandainya ada dua orang datang pada kita dengan memiliki hati yang sama- sama baik, tapi fisiknya berbeda, yang satu tampan/cantik dan satunya lagi biasa – biasa aja alias tidak tampan/cantik. Pasti dalam hati yang terdalam kita lebih memilih orang yang tampan/cantik. Menurutku itu adalah hal wajar ketika kita suka sama yang lebih tampan/cantik karena emank fitrahnya manusia itu menyukai keindahan. Jadi yang perlu diingat kembali, bukan berarti harus tampan/cantik, setidaknya kita merasa cocok dengan fisiknya.

      Kedua; kecocokan karakter secara universal. Apabila orang tersebut terkenal baik, maka cukuplah sudah. Jangan terjebak pada karakter2 yang terlalu detail, seperti harus jujur, tidak pernah bohong, setia, adil, rendah hati, tidak sombong, suka menabung, tidak suka marah, sabar, dermawan dan sebagainya. oh guys, tak ada Nabi di zaman ini dan juga kita bukanlah Siti Khadijah. Kita tak akan pernah ketemu jika mencari sosok yang sesempurna itu. Jadi, cukuplah karakter-karakter yang secara universal tadi seperti baik atau orangnya jujur sebagai bahan pertimbangan kita dan juga siap menerima apa yang menjadi kekurangannya. Yah, karena tadi, di zaman ini susah bahkan tidak bakal ada sosok yang sempurna tak memiliki kekurangan. Bahkan diri kita pun tak luput dari kekurangan dan kesalahan kan?

      Trus apa lagi yah? kayaknya udah deh cuma 2 saringan aja. Begitulah nasehat teman ka g*mar yang dinasehatkan pula ke aku waktu jumat subuh kemarin. Yah makin tambah usia harus makin dewasa emank plus bijak dalam menjalani hidup ini (lho koq nyambung ke usia lg sih?au aaah gelap, mati lampu soalnya,hihi)

      Iklan

Komen Yuukk!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s