Harus lebih dewasa lagi

Hari ini benar2 nggak ada kerjaan yg bisa ku kerjakan,bukannya karena aku nggak punya kemampuan buat mengerjakan, tapi karena emang nggak ada kerjaan,hehehe….,So aku mau share jaa deh tentang obrolanku dng seorang teman di chat facebook kemarin.
Biasa teman chat aku yg gokilnya nggak ketulungan, kenapa aku bilang nggak ketulungan? Soalnya, dia mah becanda mulu. Jadi kadang bingung sm apa yg diomongin, ni orang beneran serius apa becanda? Huft..tapi yang ku tahu dia orang yg baik dan cukup bijak. Lha, tadi katanya gokil, sekarang baik hati plus bijak pula lagi? Yang mana yg benar nih?hehehe.. yah semuanya benar. Bisa aja kan semua sifat itu ada di diri seseorang secara bersamaan. Soalnya dia mau ngasih aku hadiah buku gara2 aku bs bertahan dengan obrolan yg makin lama makin ngalor ngidul nggak tentu arah, oleh karena itu aku bilang dia baik, tapi bkn karena itu jg sih, yah feeling ja dia anak baik,hihihi….dan bijaknya, karena ia banyak menasehatiku ttg masalah jodoh yang mana sepertinya ia menganggapku tak dewasa dalam menilai sesuatu.
Ceritanya bermula dari dirinya yg mencoba menawarkan dua orang temannya yang lagi mencari jodoh. Telak saja aku menolak dengan alasan “kenapa harus aku?” akhirnya dia menjawab dengan jawaban yang menurut aku itu bukanlah jawaban. Dia menjawab “ soalnya saya kenalnya sama ami, klo saya kenalnya sama m*rshanda yah saya kenalin ke m*rshanda deh.”
Noh, benarkan jawaban yg nggak bisa aku terima. Dari jawabannya saja udah ketahuan kayaknya ni orang nggak pernah serius, tapi sebenarnya aku tahu sih kalo kali ini dia serius. Aku pun tetap menolak. Akhirnya pun obrolan terus berlanjut sampai pd akhirnya aku dinasehati habis2an ma tuh orang.

    “kita harus ikhlas menerima keterbatasan orang lain”
    “Yang terpenting dari setiap pribadi adl mengetahui batasan2 haknya dan sejauh mana dia punya tanggung jawab”
    “Ami harus lebih dewasa lagi dalam menentukan prioritas penilaian ya”

Yah..akhirnya aku pun berfikir, merenung, menghayati nasehat tuh orang. Apa selama ini saya masih kekanak-kanakan dalam menilai seseorang? Sempat terlintas dibenakku sepertinya iya deh. Aku masih suka menilai seseorang hanya dari fisiknya saja (walaupun ku tahu itu adl salah) dan seringkali menutup diri dari seseorang hanya berdasarkan penilaian aku semata . So,mungkin temanku benar harus lebih dewasa dalam menilai segala sesuatunya.
Makasih Teman atas nasehatnya 😉

Iklan

7 Comments Add yours

  1. Run_D berkata:

    hmm tua pasti, dewasa pilihan my 🙂

    1. amy syahmid berkata:

      yupz benar sekalee 🙂
      sepakat bro

      1. Run_D berkata:

        *toss 🙂

      2. amy syahmid berkata:

        *toss back*

  2. madi_amplang berkata:

    Yang penting uangnya ga terbatas mbak wkwkw….
    Turuti kata hati aja mbak,,,
    Mau dia setengah gorila,mau dia keturunan manusia purba era pertama,mau dia mirip personil suju sekalipun,,hahaha

    Seperti kata iklan mbak, ” kalau rasa ga pernah bohong ” hehehe

    1. amy syahmid berkata:

      hihihi..benar2 korban iklan bgt ni org
      btw itu iklan apa yah?kyak prnah dnger tpi lupa *garuk2 kepala*

      1. madi_amplang berkata:

        kecap bangau mbak hahaha

Komen Yuukk!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s